TargetInvestigasi.co.id, Kota Bitung – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, Harapan Nasution, menghadiri kegiatan pendataan tahap II terhadap Warga Keturunan Filipina atau Persons of Filipino Descent (PFDs),
yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, bertempat di Kantor Kelurahan Manembo-nembo, Wangurer, Kota Bitung beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Filipina Manado, Manfred Neale Manalo, beserta tim, serta Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bitung, Forsman Dandel, yang mewakili Wali Kota Bitung.
Dari jajaran keimigrasian hadir pula perwakilan dari sejumlah Kantor Imigrasi di wilayah Sulawesi Utara, termasuk Imigrasi Kotamobagu.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 orang PFDs berhasil didata, terdiri dari 14 data baru dan 6 pembaruan, sebagai tindak lanjut dari 633 data PFDs yang telah terhimpun pada tahap sebelumnya.
Usai kegiatan pendataan, tim melanjutkan kunjungan lapangan ke pemukiman warga PFDs di kawasan Pantai Empang, Kelurahan Manembo-nembo, untuk berdialog langsung dengan masyarakat.
Kunjungan ini bertujuan menggali informasi terkait kondisi sosial, administrasi, serta kebutuhan dasar warga, guna memperkuat penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan kepastian status hukum dan perlindungan yang humanis bagi komunitas PFDs di wilayah Sulawesi Utara.
“Pendataan ini menjadi tahapan penting untuk validasi data dan penyiapan kebijakan afirmatif, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dan koordinasi bilateral dengan Filipina,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko Polhukam, Agato P. P. Simamora, menyampaikan bahwa,
“hasil pendataan tahap II akan menjadi bahan strategis dalam forum Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) mendatang,” ujar nya.
Kepala Kantor Imigrasi Kotamobagu, Harapan Nasution, menyampaikan bahwa kehadiran Imigrasi Kotamobagu dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan aktif terhadap program pemerintah dalam penanganan isu kewarganegaraan dan kemanusiaan di wilayah perbatasan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Imigrasi untuk memastikan setiap langkah kebijakan selalu berpihak pada nilai kemanusiaan tanpa mengesampingkan penegakan hukum. Sinergi lintas instansi seperti ini juga memperkuat peran Imigrasi dalam menjaga ketertiban keimigrasian sekaligus melindungi warga rentan,” ungkap Harapan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan produktif, mencerminkan sinergi kuat antara Kemenko Kumham Imipas, Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Utara,
Pemerintah Kota Bitung, dan Konsulat Jenderal Filipina Manado dalam mewujudkan penanganan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan bagi komunitas PFDs di Sulawesi Utara.
(**Jefry).







