TargetInvestigasi.co.id, Manado – Wakil Menteri (Wamen) Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Provinsi Sulawesi Utara selama dua hari, 30 Juni–1 Juli 2025.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan, serta memastikan pelaksanaan program prioritas berjalan optimal di daerah.
Wamen kemudian melanjutkan monitoring ke Kanwil Ditjenim Sulut dan beberapa unit pelaksana teknis (UPT) keimigrasian dan pemasyarakatan yang berada di Manado dan sekitarnya,
seperti Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Rumah Detensi Imigrasi Manado dan Lembaga Pemasyarakatan Manado.
Dalam Kegiatan ini Wamen didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani.
Turut hadir juga Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, Harapan Nasution bersama seluruh Kepala UPT Keimigrasian se-Sulut.
Saat berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Wamen memberikan arahan dan penguatan kepada seluruh Kepala UPT Keimigrasian se-Sulawesi Utara sekaligus memastikan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan dengan baik.
Dalam serangkaian arahannya, Wamen mengajak seluruh jajaran untuk tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi menghadirkan perubahan nyata.
“Kebahagiaan tidak datang dari jabatan atau materi, melainkan dari kesadaran bahwa kita memberikan kontribusi positif bagi negara,” imbunya.
Wamen juga menekankan pentingnya sinergi dan transformasi kelembagaan.
“Kita harus mampu membaca dinamika perubahan, beradaptasi dengan cepat, dan memberikan nilai tambah dalam setiap tugas,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Wamen Silmy Karim adalah komitmen untuk mengimplementasikan 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Setiap program, setiap kegiatan, harus memiliki tujuan yang jelas dan dampak yang terukur,” tegasnya.
Ia mendorong seluruh jajaran untuk tidak hanya sekadar melaksanakan tugas, tetapi mampu menciptakan inovasi dan terobosan dalam pelayanan.
Menutup arahannya, Wamen menyoroti pentingnya membangun citra positif melalui kinerja nyata.
“Kita harus mampu menceritakan kisah keberhasilan kita, bukan sekadar pencitraan, tetapi bukti konkret pengabdian,” pungkas nya.
Wamen mengajak para pegawai untuk secara proaktif mempublikasikan pencapaian dan kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan nasional.
Kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Imigrasi dan Pemasyarakatan ini memperkuat semangat transformasi di jajaran keimigrasian dan pemasyarakatan Sulawesi Utara, sekaligus menunjukkan arah baru reformasi birokrasi berbasis kinerja, inovasi, dan pelayanan berdampak.
(**Jefry).








