TargetInvestigasi.co.id, Sangihe – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna melaksanakan kegiatan Katekisasi kepada 1 (satu) orang Warga Binaan Lapas Tahuna bekerjasama dengan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Jemaat Efrata Tahuna, dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan Kristiani bagi warga binaan, kegiatan tersebut bertempat di Gedung Gereja Oikumene Filipi Lapas Kelas IIB Tahuna. Selasa (14/05/2024).
Katekisasi merupakan bentuk pengajaran dan penggembalaan tentang pokok-pokok Iman Kristen serta tanggung jawab dan kewajiban yang dihayati dan dilakukan dalam seluruh segi kehidupan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna Suharno, melalui Kepala Seksi Adminitrasi, Keamanan, dan Ketertiban (Kasiminkamtib), Lazarus Hontong selaku ketua pengurus Gereja Oikumene Filipi Lapas Tahuna menuturkan pelaksanaan katekisasi bagi Warga Binaan merupakan salah satu bagian dari program Pembinaan Kepribadian bagi Warga Binaan yang beragama Kristen.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Warga Binaan yang nantinya akan menjadi anggota Sidi Jemaat tentang apa arti hidup menurut iman Kristen dalam berbagai segi kehidupan sehari-hari untuk tetap teguh dalam iman kepada Yesus Kristus,” ucapnya.
Pdt. O.S Towoliu Tingginehe yang menjadi salah satu pemberi materi sekaligus mengawali pertemuan pertama dengan Warga Binaan yang menjadi peserta katekisasi mengungkapkan Proses katekisasi akan berlangsung kurang lebih 4 bulan sampai materi panduan selesai disampaikan.
Bila proses katekisasi Selesai akan dilakukan sebuah evaluasi terhadap pengajaran yang telah didapatkan, dan yang terkahir akan dilakukan peneguhan Sidi Jemaat yang mana mulai saat itu ia bertanggung jawab atas keimananya, lalu ditahbiskan menjadi anggota gereja sepenuhnya.
“Dalam proses katekisasi, Warga Binaan akan dibimbing untuk menjadi dewasa dalam iman kepada Kristus, Semakin taat kepada Tuhan serta semakin berkembang dalam pengetahuan tentang firman Allah, Sehingga Warga Binaan yang mengikuti katekisasi dapat menjadi Warga Gereja dan masyarakat yang bretanggungjawab dan hidup sesuai dengan panggilanNya dan selalu menjadi orang yang takut akan Tuhan,” terangnya.
Dia berharap dengan pengetahuan firman yang di dapat dalam proses katekisasi akan menumbuhkan kesadaran Warga Binaan untuk menjadi lebih baik dalam segala hal dan selalu menuju ke jalan yang benar.
“Harapan kami, melalui pelaksanaan katekisasi agar Warga Binaan dapat menjadi pribadi yang mampu mempertanggungjawabkan iman kristen dalam kehidupan setiap hari, baik dalam tindakan, tutur kata dan perbuatan selama menjalani masa tahanan ataupun akan kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang semakin baik dan percaya diri,” harapnya.
( Elisabeth )







