WBP Lapas Tahuna Ikuti Ibadah Virtual Bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry

Berita Utama477 Dilihat

TargetInvestigasi.co.id, Sangihe – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna, mengikuti ibadah bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry secara virtual, di dampingi petugas pembinaan. Rabu (8/05/2024).

Kegiatan ibadah ini mencerminkan semangat kolaborasi antara Lembaga Pemasyarakatan dan yayasan keagamaan dalam memberikan pelayanan yang baik dan mendukung perkembangan spiritual para warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Suharno SH.MH, mengungkapkan ibadah virtual Warga Binaan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Kristiani dalam meningkatkan keimanan dan karakter Warga Binaan menjadi lebih baik.

“Diharapkan Pembinaan dan penguatan kerohanian dapat menumbuhkan iman WBP serta memberikan pengharapan sepenuhnya kepada Warga Binaan Kristiani untuk bangkit dari keterpurukan hidup dan membawa mereka ke jalan yang benar,” ucap Suharno.

Pesan firman yang disampaikan oleh Ps Jeff Siwu dengan mengangkat tema “Stop Berkata Aku Beban, Tetapi Mulai Berkatalah Bahwa Aku Adalah Berkat” sebagai dasar perenungan diambil dalam Yesaya 1 : 14.Tuhan menciptakan kita untuk sebuah Tujuan.

“Saat proses terjadi respon yang harus kita kerjakan harus benar, yaitu temukan tujuan Allah atas proses tersebut sehingga hasil akhirnya kita bisa melihat suatu hal luar biasa terjadi,” terang Siwu.

Lebih lanjut, Ps. Jeff Siwu menjelaskan bahwa manusia bisa hancur karena pikirannya sendiri, jadi Jangan sampai pikiran kita menghancurkan kehidupan kita tetapi biarlah firman Tuhan mengajarkan kepada setiap kita supaya memilki pemikiran-pemikiran yang bukan sekedar positif tetapi memiliki pemikiran yang mulia.

“Jangan kita berpikir tentang hidup kita ini yang terlalu melihat dari sisi negative, karena itu akan melukai diri kita sendiri,” Pesannya.

Ps. Jeff Siwu di akhir khotbahnya mengajak Seluruh Warga Binaan yang mengikuti ibadah virtual untuk mengenal kehendak Allah dalam segala beban hidup yang sedang dialami.

“Ayo kita sama-sama mulai beralih, tinggalkan segala sesuatu pikiran-pikiran yang justru menghancurkan diri kita sendiri dan mulailah mengenal kehendak Allah dengan baik serta jalani kehidupan dengan kacamata iman bahwa kita dapat menjadi berkat bagi orang-orang disekitar kita,” tutup khotbahnya.

Setiap Warga Binaan beragama Kristiani dapat menjalankan ibadahnya sesuai agama dan keyakinan mereka , berkontribusi pada upaya rehabilitasi dan pembinaan warga binaan secara spiritual, yang berakhlak dan bermoral.

( Elisabeth )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *